Tampilkan postingan dengan label Artikel Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kristen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 September 2013

MENELANJANGI "SANTET"

Dapat dipastikan bahwa santet adalah salah satu produk dari kuasa setan.Ilmu gelap ini lahir dari peradaban dinamisme dan animisme yang kuat,suatu ilmu yang mematikan dan melibas banyak korban!Sekalipun nampaknya ilmu tradisional, tetapi pada abad komputer ini,ilmu santet masih eksis dengan segala motivasinya, yang intinya adalah bertujuan membunuh setiap pihak yang menjadi lawan mereka (klien dari kuasa kegelapan-red) .Disamping hal tersebut diatas,ilmu inii juga dapat dipakai untuk menguasai pola pikir orang lain,mengendalikann ya dan membuat orang-orang disekitarnya tunduk.Apabila seseorang yang memiliki ilmu santet adalah seorang pemimpin maka dapat dipastikan semua anak buahnya akan ABS(asal bapak senang), tunduk mati tanpa kompromi.Sekalipun pemimpin salah,ia tetap dibela dan dibenarkan.

Ilmu ini memiliki tingkatan dari yang terendah sampai yang tertinggi.Dari tingkatan terendah , ilmu ini berawal dari rasa kebencian yang mendalam, kemudian iblis dan setan yang menanamkan benih kebencian tersebut akan membakar gelora kebencian sampai benih itu membuahkan hasilnya,yaitu tertanamnya akar kepahitan dan dendam kesumat didalam jiwanya.Pada tingkat ini sebenarnya kita telah"menyantet" orang yang kita benci tersebut,karena berdasarkan kebencian dan dendam kesumat itu,biasanya kita akan memberikan sikap atau respon-respon yang negatif terhadapnya, sehingga dia atau mereka akan merasakan akibat-akibat buruk dari sikap kita tersebut.Hatinya tidak tenang,gelisah, susah dan serba salah, tidak jarang diantara mereka menjadi sakit dan menderita karena kebencian serta dendam kesumat kita.Taraf ini dapat berlanjut dengan timbulnya segala keinginan untuk mencelakakan orang yang kita anggap sebagai musuh atau lawan kita tadi dengan memanfaatkan segala cara yang ada;penganiayaan fisik,terror, intimidasi,sampai kepada tindakan yang melibatkan kuasa kegelapan didalamnya entah itu tenun, santet, guna-guna atau apapun bentuknya asal musuh kita dapat kita celakakan.Namun jangan salah sangka,pihak yang akan menerima akibat yang terburuk adalah orang yang memiliki kebencian dan dendam kesumat itu sendiri.Sudah terlalu banyak kesaksian yang menyatakan bahwa seseorang mengidap penyakit paru-paru,kanker ,jantung,d arah tinggi dan penyakit-penyakit kakap lainnya karena rasa benci dan dendam yang mereka pendam begitu lama.

Allah dengan hikmatnya yang luar biasa tahu bahwa akar pahit dan kebencian dapat menimbulkan penyakit yang tidak dapat diobati maka dalam Alkitab Allah menaburkan nasehat-nasehat yang selalu mengingatkan kepada kita,orang percaya,agar tidak terjebak dalam dosa santet ini, yakni kebencian dan akar pahit! Penulis Ibrani mengatakan:" Jagalah supaya jangan seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah,agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang"(Ibrani 12:15).Kebencian dan iri hati membahayakan kehidupan orang beriman,Paulus mengetahuinya dan menasehatkan kepada jemaatnya:"…. tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan,awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan" (Galatia5:15). Petrus yang menyaksikan bagaimana gurunya, Yesus Kristus, hidup tanpa penyakit, memberikan rahasianya"…. karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah" (1 Petrus 2:1).Tidak pernah sekalipun Yesus menderita sakit hal ini disebabkan Ia memiliki jiwa yang sungguh-sungguh bersih dari berbagai macam kejahatan dan akar pahit!

Jadi ilmu santet dalam tingkatan dasar ini tidak perlu kursus atau susah-susah mendapatkannya, sebab iblis melalui kelicikannya, dapat dengan mudah memasukkan roh kebencian kepada semua orang, termusuk juga kepada orang percaya.Mungkin kita,orang percaya,tidak mengerti apa yang disebut santet.Santet ini dalam arti manifestasinya adalah kebencian,bagaikan sebuah wabah yang dapat menjangkiti anak-anak Tuhan!Sekali iblis melihat perseteruan diantara anak-anak Tuhan, maka ia mulai memasang strateginya dengan memasukkan roh kebencian lengkap dengan bumbu-bumbu tambahannya, sehingga gampang memecah belah dan akhirnya membinasakan mereka.

Yesus mengajarkan kepada setiap orang percaya untuk bersikap benar dalam ibadah, :…. tinggalkanlah persembahanmu didepan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali dengan mempersenbahkan persembahanmu itu"(Matius 5:24).Seharusnya anak-anak Tuhan dapat dikatakan tidak layak beribadah atau mengikuti perjamuan apabila hidup dalam kebemcian.Yesus mengatakan mereka harus berdamai terlebih dahulu sebab berdamai, saling mengampuni dan memaafkan,maka hati seseorang akan terbebas dari berbagai macam akar pahit yang menimbulkan penyakit.Petruspun menekankan agar kita saling mengasihi karena kasih menutupi banyak sekali dosa,"….Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain,sebab kasih menutupi banyak sekali dosa". Dengan mengasihi orang lain maka seseorang bersih dan tidak ada alasan untuk roh kebencian masuk dan bertahta dalam kehidupannya!

Apabila seseorang sungguh-sungguh tenggelam dalam kebencian yang berlarut-larut maka ia akan menciptakan image (sugesti terpola) kebencian itu terus-menerus kepada orang yang dituju,ini bukan hanya membahayakan seteru atau (pihak lawan).Apabila orang lain juga memiliki sikap kebencian maka terjadi peperangan roh dalam dua orang yang berpola pikir sama! "Perang spirit kebencian” jenis ini juga dapat dikatakan santet! Yang rugi bukan saja pihak lawan tetapi juga diri sendiri,apalagi bila pihak lawan tidak menaruh dendam dan ia sudah mengampuni maka kebencian itu akan berbalik dan sangat membahayakan! Yohanes mangajarkan agar setiap orang percaya memiliki jiwa yang bersih”….saudaraku yang kekasih, aku berdoa,semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu,sama seperti jiwamu baik-baik saja(3 Yohanes 1:2).

Iblis dan setan sangat tidak berkeberatan untuk dimintai pertolongan membantai pihak lawan. Bahkan ia membujuk dan menawarkan diri tanpa imbalan tetapi makan korban sebab untuk urusan mencuri,membunuh dan membinasakan (Yohanes 10:10a) setan sangat profesional. Setan tidak pernah terjun sendiri dalam bentuk aslinya,tetapi ia memakai alat-alat yang menarik manusia,sehingga manusia tertipu. Sebab iblis dapat menyamar sebagai malaikat terang (2Korintus 11:1).Cara kerja iblis meniru cara keja Tuhan,sebagai contoh Tuhan memiliki nabi,rasul, dan hamba-hamba Tuhan;iblis juga memiliki dukun-dukun, pemanggil arwah atau orang menyebutnya medium,dan peramal-peramal (1 Samuel 28:7) dan lain-lain. Didunia modern sekarang ini muncul paranormal,ahli kwamia,ahli perbintangan yang menganggap dirinya memiliki ilmu yang gaib,mengerti dunia roh,dan mampu meramal kehidupan masa depan suatu bangsa atau orang lain, tetapi mereka gagal dan tidak memiliki kemampuan untuk meramal nasib diri sendiri!Dari manakah ilmu mereka,dari Firman Tuhan-kah atau dari dunia kegelapan. Orang dapat mengambil kesimpulan secara pasti,sebab hanya ada dua dunia yang berbeda sekaligus bertentangan yakni dunia terang yang berasal dari Allah dan dunia kegelapan yang berasal dari setan!

Tingkatan kedua dari ilmu santet ini adalah minta pertolongan dari pihak luar yakni alat-alat setan tersebut untuk menyalurkan kebencian yang tertanam kepada orang lain yang menjadi seteru. Tindakan ini biasa menyiksa secara fisik dan kemudian membunuh lawan.Dukun –dukun yang dimintai jasanya ini tidak sembarangan dalam membunuh lawan. Biasanya mereka melihat siapa orang yang akan dituju apakah mereka memiliki kekuatan supranatural( rohani) atau tidak.Jika orang yang dituju tidak memilikinya maka dengan mudah akan dibantainya. Tetapi kalau orang yang dituju memiliki kekuatan supranatural( rohani) maka mereka akan adu kekuatan karena didunia kuasa kegelapan pun terjadi perang sesuai tingkatannya. Hal ini diungkapkan Alkitab dalam Lukas 11:14-22, ketika Yesus mengusir setan dari Baalzebul artinya penghulunya, pimpinannya. Paulus menyebutkan beberapa tingkatan kuasa setan dalam Efesus 6:12, karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah-pemerint ah,melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat diudara. Dalam membunuh lawan biasanya dukun atau orang pintar atau sejenisnya memakai kekuatan gaib,(kuasa setan) dengan benda-benda seperti jarum, beling, silet, ular, kadal, gunting, paku, sampai benda-benda besar seperti kuali, wajan dan lain-lain. Bila benda-benda ini masuk pada tubuh orang yang disantet,orang yang bersangkutan akan sangat menderita dan bisa mencapai kematian, menurut selera yang menyantet

Dalam kitab bilangan 22 menjelaskan ilmu santet yang dimiliki Bileam.Raja Moab(Balak)sangat ketakutan menghadapi bangsa Israel sehingga ia harus minta bantuan Bileam untuk menyantet (mengeluarkan kata-kata kutuk) kepada bangsa pilihan Allah,dengan imbalan harta yang banyak.Tetapi Bileam menolak,karena ia tahu siapa pribadi yang berada dibalik bangsa Israel,kekuatannya tidak terkalahkan! Tetapi bujuk rayu harta dan kekayaan,Bileam pergi juga untuk menyantet Israel,Tetapi Allah tidak mengizinkan, Allah harus menghalanginya dengan malaikatNya sehingga keledai itu dapat berbicara,(disepanj ang sejarah dunia keledai hanya dapat berbicara dalam Alkitab,aneh tapi nyata)"...Ketika itu Tuhan membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam:"Apakah yang kulakukan kepadamu,sampai engkau memukul aku tiga kali?"jawab Bileam kepada keledai itu:’Karena engkau mempermainkan aku;seandainya ada pedang ditanganku, tentulah engkau kubunuh sekarang."Tetapi keledai itu berkata kepada Bileam:"Bukankah aku ini keledai yang kau tunggangi selama hidupmu sampai sekarang? Pernahkah aku berbuat demikian kepadamu?”jawabnya :"Tidak."Kemudian Tuhan menyingkapkan mata Bileam; dilihatnya malaikat Tuhan dengan pedang terhunus ditangaNya berdiri dijalan,lalu berlututlah ia dan sujud"(Bilangan 22:28-31).Sekalipun kejadian ini begitu dahsyat bagi Bileam,tetapi ia memiliki minat untuk mengutuk dan menyantet Israel,namun Allah tidak mengizinkannya dan mengubah santet dan kutuk itu menjadi berkat!Allah sanggup mengubah kutuk itu menjadi berkat.Lidah Bileam dibelokkan oleh Tuhan”….Lalu Bileam mengucapkan sanjaknya, katanya:"Dari Aram aku disuruh datang oleh Balak,raja Moab,dari gunning-gunung sebelah timur: Datanglah,katanya, kutuklah bagiku Yakub,dan datanglah, kutukan Israel.Bagaimanakah aku menyerapah yang tidak diserapah Allah?Bagaimanakah aku mengutuk yang tidak dikutuk Tuhan? Sebab dari puncak gunung- gunung batu aku melihat mereka,dari bukit-bukit aku memandang mereka. Lihat,suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung diantara bangsa-bangsa kafir. Siapakah yang menghitung debu Yakub dan siapakah yang membilang bondongan-bondongan Israel? Sekiranya aku mati seperti matinya orang-orang jujur dan sekiranya ajalku seperti ajal mereka!" Lalu berkatalah Balak kepada Bileam:"Apakah yang kau lakukan kepadaku ini?Untuk menyerapah musuhkulah aku menjemput engkau,tetapi sebaliknya engkau memberkati mereka.(Bilangan 23:6-11) .Jika Allah tidak mengizinkan kuasa iblis menjamah anak-anak Tuhan(ingat kasus Ayub),dengan cara apapun juga tidak akan dapat terlaksana.Bileam raja kutuk dan santet ini memiliki keinginan untuk memperoleh upah yang berupa harta yang banyak untuk mengutuki Israel tetapi Allah tidak membiarkan,hal ini terjadi berulang kali!(Baca ayat-ayat selanjutnya)

Dalam, hal santet menyantet membutuhkan waktu dan tenaga, tetapi nampaknya terjadi keganjilan yang besar dalam peristiwa santet menyantet di Banyuwangi ini,sebab santet bukan saja perang dunia spiritual saja tetapi perang fisik yakni orang ad yang datang yakni pembunuh bayaran (ninja) dan membunuh dukun-dukun santet.

Ilmu santet yang ketiga adalah santet menguasai pola pikir orang lain.Orang yang memiliki ilmu santet tingkat tinggi ini berusaha keras memperlengkapi dirinya dengan berbagai macam kuasa-kuasa kegelapan,jimat- jimat dan ajian-ajian dengan tirakat atau puasa berhari-hari. Bisa tidak menjamah makanan dan minuman,tidak tidur, beredam dilaut (kungkum- bhs jawa) m empersembahkan tumbal, mengucapkan rapal-rapal yakni mantra (ayat-ayat dari dukun), memohon kepada iblis supaya menurunkan kuasa kepadanya untuk dapat mempengaruhi orang lain, siapapun dan bagaimanapun! Bila orang ini sudah mendapatkannya maka dengan mudah dapat mempengaruhi pikiran orang lain.Membuat orang lain gampang tertunduk,dengan pengaruh yang dimilikinya. Semakin besar daya yang dimilikinya maka semakin besar pula jumlah orang yang dapat dikuaasainya! Tetapi ini tidak hanya berlaku bagi para pemimpin dunia,tetapi bagi mereka yang melakukan kejahatan. Terkadang dipasar, mall atau dimanapun, seseorang sok akrab, bisa berlagak kenal dengan sepatah kata, kalung, gelang, jam, dompet dalam waktu singkat bisa lenyap. Seakan-akan tunduk tanpa kompromi menyerahkan dengan sukarela.Sesudah itu teriak, nggak rela….nggak rela….!!",baru merasakan akibatny.Ini salah satu jenis santet yang dapat mempengaruhi pola pikir orang lain sehingga siapapun baik yang dikenal maupun tidak bisa gampang menurutinya, tanpa perlawanan.Untuk itulah anak-anak Tuhan sebelum bepergian harus berdoa supaya niat jahat kuasa manapun dipatahkan dan dijauhkan!

Kiriman : Budiyanto

Senin, 16 September 2013

APAKAH YESUS ALLAH? APAKAH YESUS PERNAH MENGKLAIM SEBAGAI ALLAH?

Jawaban: 

Alkitab tidak pernah mencatat Yesus secara persis mengucapkan kalimat, “Saya adalah Allah.” Namun ini tidak berarti bahwa Dia tidak memproklamirkan bahwa Dia adalah Allah. Ambil sebagai contoh kata-kata Yesus dalam Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu." Sekilas sepertinya ini bukan sebuah pengakuan sebagai Allah. Namun coba perhatikan reaksi orang-orang Yahudi terhadap pernyataan Yesus, "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah" (Yohanes 10:33). Orang-orang Yahudi memahami pernyataan Yesus sebagai pengakuan bahwa Dia adalah Allah. Dalam ayat-ayat berikutnya, Yesus tidak pernah mengoreksi apa yang dikatakan oleh orang-orang Yahudi dengan mengatakan, “Saya tidak mengklaim sebagai Allah.” Ini menunjukkan bahwa Yesus betul-betul berkata bahwa Dia adalah Allah dengan mengatakan, “Aku dan Bapa adalah satu." (Yohanes 10:30). Yohanes 8:58 adalah contoh lainnya. Yesus mengatakan, “Sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Kembali, sebagai responnya, orang-orang Yahudi mengambil batu dan berusaha merajam Yesus (Yohanes 8:59). Mengapa orang-orang Yahudi berusaha merajam Yesus jikalau Dia tidak mengucapkan sesuatu yang mereka percaya sebagai penghujatan, yaitu mengakui diri sebagai Allah?

 Yohanes 1:1 mengatakan, “Firman itu adalah Allah.” Yohanes 1:14 mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia.” Ini dengan jelas mengindikasikan bahwa Yesus adalah Allah dalam wujud manusia. Kisah Rasul 20:28 memberitahu kita, “… untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri” (Kisah Rasul 20:28). Siapa yang telah membeli gereja dengan darahNya sendiri? Yesus Kristus. Kisah Rasul 20:28 mengatakan bahwa Allah telah membeli gereja dengan darahNya sendiri. Karena itu Yesus adalah Allah!

Mengenai Yesus, Thomas, sang murid berseru, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28). Yesus tidak mengoreksi dia. Titus 2:13 mendorong kita untuk menantikan kedatangan Allah dan Juruselamat kita – Yesus Kristus (lihat pula 2 Petrus 1:1). Dalam Ibrani 1:8, Bapa berbicara mengenai Yesus, “Tetapi tentang Anak Ia berkata: `Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.’”

Dalam Wahyu, malaikat menginstruksikan Rasul Yohanes untuk hanya menyembah kepada Allah (Wahyu 19:10). Beberapa kali dalam Alkitab Yesus menerima penyembahan (Matius 2:11; 14:33; 28:9, 17; Lukas 24:52; Yohanes 9:38). Dia tidak pernah menegur orang-orang yang menyembah Dia. Kalau Yesus bukan Allah, Dia pasti akan melarang orang-orang menyembah Dia, sama seperti malaikat dalam kitab Wahyu. Masih banyak lagi ayat-ayat Alkitab yang berbicara mengenai keillahian Yesus.
Alasan paling utama Yesus haruslah Allah adalah bahwa jikalau Dia bukan Allah, kematianNya tidak cukup untuk membayar hukuman dosa dunia (1 Yohanes 2:2). Hanya Allah yang sanggup membayar hukuman yang begitu besar. Hanya Allah yang dapat menanggung dosa seisi dunia (2 Korintus 5:21), mati dan dibangkitkan – membuktikan kemenanganNya atas dosa dan kematian.

 

Kamis, 29 Agustus 2013

BOLEHKAN ORANG KRISTEN MEROKOK ??

Akhir-akhir ini timbul pertanyaan bahkan perdebatan di antara orang percaya tentang hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan anak-anak Tuhan tetapi tidak tercantum di dalam Alkitab. Salah satunya adalah tentang kebiasaan merokok. Memang, kita tidak akan menemukan ayat di dalam firmanTuhan yang melarang orang Kristen untuk merokok. Boleh jadi pada masa di mana Alkitab ditulis, manusia belum mengenal 'rokok'. Namun mari kita perhatikan dengan seksama apa yang disampaikan oleh rasul Paulus di hadapan jemaat di Korintus, "Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun."(1 Kor 6:12).

Berkenaan dengan merokok ini, maka kita patut bertanya: apakah kegunaan dari rokok? Ahli kesehatan telah membuktikan bahwa merokok sangat membahayakan kesehatan seseorang, bahkan bagi perokok pasif sekalipun. Produsen rokok pun telah memperingatkan pada bungkus rokok tentang bahaya merokok. Jadi tidak ada alasan kita tidak tahu akan hal itu.Perlu diketahui bahwa di dalam rokok terkandung zat-zat yang berbahaya, di antaranya adalah nikotin. Zat ini mengandung candu yang menyebabkan orang ketagihan untuk terus-menerus mengisap rokok sehingga ada yang berkata kalau tidak merokok mulutnya terasa pahit. Bahkan ada yang mengatakan lebih baik tidak makan daripada tidak merokok. Begitu sulit melepaskan diri dari ikatan rokok. Hal ini menandakan orang itu sudah kecanduan, diperhamba atau diperbudak oleh batang rokok.

Sebagai orang percaya tidak seharusnya kita membiarkan diri diperhamba oleh sesuatu apa pun. Kalau tahu bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan dan juga dapat memperhamba kita, masihkan kita bersikeras untuk tetap merokok? Rasul Paulus dengan tegas berkata,"...aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh sesuatu apapun." Ingatlah bahwa "...tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?"(1 Korintus 6:19-20). Apabila kesehatan tubuh kita terganggu atau rusak karena sakit-penyakit, apakah kita dapat memuliakan Tuhan dengan tubuh kita? Jadi sudah sangat jelas merokok adalah tindakan merusak tubuh sendiri, padahal tubuh kita ini adalah bait Tuhan dan"...bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu."(1 Korintus 3:17b). Selain itu asap rokok yang dihasilkan perokok juga dapat merugikan orang-orang yang ada di sekitarnya karena mereka turut mengisap racun yang terkandung di dalamnya. Jelas ini membawa dampak yang kurang baik bagi orang lain.

"...supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1)

Jumat, 16 Agustus 2013

PENGUDUSAN SEBAGAI PROSES

"tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus." (1 Petrus 1:15-16).

Untuk menjadi kudus setiap anak Tuhan harus mengalami apa yang disebut dengan pengudusan yang maksudnya adalah ditahirkan, dipisahkan dari dunia, dijauhkan dari dosa dan dikhususkan bagi Tuhan, dengan tujuan supaya kita mempunyai persekutuan yang karib dengan Tuhan dan layak untuk melayani Dia, seperti tertulis: "Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku." (Imamat 20:26). Kita yang sebelumnya hidup sebagai hamba dosa, dengan menyerahkan seluruh anggota tubuh kita untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, kini tidak lagi...tetapi kita menyerahkan seluruh anggota tubuh kita untuk dipakaiNya sebagai senjata kebenaran (baca Roma 6:13).

Secara garis besar pengudusan bagi orang percaya ada dua cara yaitu:

1. Pengudusan Seketika
Terjadi saat kita bertobat, mengakui segala dosa-dosa kita, lalu kita mengaku, percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, sehingga pada saat itu pula kita dikuduskanNya. Melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib ditebuslah dosa-dosa kita dan kita pun dipindahkan dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib, dan menjadi bagian dari orang-orang kudusNya. Tuhan berkata, "Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu." (Yesaya 43:25). Jadi, "...kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah." (Efesus 2:19).

2. Pengudusan Sebagai Proses.
Setelah kita dikuduskan melalui pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib, selanjutnya kita masuk dalam pengudusan sebagai proses. Adapun proses ini adalah bagian yang harus dikerjakan oleh setiap orang percaya seumur hidupnya. Meski sudah dibebaskan dari dosa dan dikuduskan oleh darah Kristus, dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali jatuh bangun dan masih bisa berbuat dosa.

Pengudusan Sebagai Proses mengartikan ada harga yang harus kita bayar.  Yesus berkata,  "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku."  (Matius 16:24).  Menyangkal diri berarti harus menang terhadap segala bentuk keinginan daging.  Ada upaya dan kerja keras secara terus-menerus untuk mematikan perbuatan daging.  

Bagaimana caranya?

1. Karib dengan Tuhan.  Adakah kita memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan?  Bersekutu berarti menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.  Bersekutu dengan Tuhan berarti menjadi satu dengan Dia dalam segala aspek kehidupan kita.  Persekutuan yang intim dilukiskan seperti ranting yang melekat pada Pokok Anggur.  Oleh karena itu  "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku."  (Yohanes 15:4).   

2. Tinggal di dalam firman.  Kita harus menjadikan firman Tuhan sebagai makanan rohani setiap hari supaya kerohanian kita makin bertumbuh, sebab  "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."  (Matius 4:4).  Dan  "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."  (2 Timotius 3:16).  Semakin tinggal di dalam firmanNya semakin dibersihkan segala kotoran dan hal-hal yang tidak berkenan di dalam hidup kita, dan kita kian berakar kuat di dalam Tuhan sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran yang menyesatkan.