Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Kotbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Kotbah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Agustus 2013

ALLAH YANG BISA DIKENAL


Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 17:22-25

Orang Yunani adalah orang yang pintar (ahli filsafat), sangat beribadat (fanatik, tahu apa yang mereka lakukan) meskipun yang mereka sembah adalah Allah yang tidak mereka kenal. Hal ini nyata dalam peribadatan mereka; ada barang-barang pujaan yang mereka letakkan di atas mezbah. Oleh karena itu Rasul Paulus terdorong untuk memperkenalkan kepada orang-orang Yunani ini Allah yang bisa dikenal.

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; ....” (Yesaya 55:6), Artinya kalau kita mau cari Tuhan, kita bisa bertemu dengan Tuhan. Tuhan itu ada, dan Tuhan mau supaya kita mencari Dia. Dia janji, Dia tidak jauh. Dia hanya sejauh doa. Begitu doa kita naik kepada Tuhan, maka segera kita mempunyai kontak dengan Tuhan. 

Namun ada waktunya Ia tidak bisa ditemui lagi dan kita tidak bisa lagi datang kepada-Nya. Karena itu sebagaimana dikatakan dalam Efesus 5:16 “... pergunakanlah waktu yang ada, ....” Suratan Korintus berkata, “Hari inilah hari keselamatanmu.” Artinya hari dimana Tuhan masih membuka kesempatan bagi kita untuk mencari keselamatan.

Alkitab menggambarkan, di dunia ini terdiri dari dua bangsa: 
1) Bangsa Israel (Yahudi) yang dianggap sebagai biji mata Allah. 
2) Bangsa-bangsa lain yang bukan Yahudi.  

Yesus datang ke dalam dunia ini sebagai orang Yahudi, yang telah ditentukan menjadi Juruselamat sejak sebelum dunia dijadikan. Keselamatan diberikan pertama-tama untuk orang Israel; biji mata Allah. Namun mereka justru menolak Yesus, sampai detik ini mereka masih tetap tidak dapat menerima Yesus, karena mereka menemukan satu oknum lain yang mereka anggap sebagai orang kuat luar biasa.Sedangkan Yesus dilahirkan di kandang hina.  Namun sebagian dari mereka ada yang sudah menerima Yesus karena melihat mujizat-mujizat yang dilakukan Yesus. 

Sampai kapankah semua orang Yahudi akan menerima Yesus? Roma 11:25 katakan, “... sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.” Jadi ada pintu yang terbuka dimana bangsa-bangsa lain yang bukan Yahudi bisa masuk ke dalam pintu keselamatan. Inilah awal 3,5 tahun aniaya, dimana datang saksi Musa dan Elia. Mereka datang khusus membawa kesaksian untuk orang-orang Israel yang semula “tegar” (keras kepala), bisa menerima Yesus sebagai Mesias. Pada waktu itulah seluruh Israel diselamatkan. Dan seluruh orang Israel dan Non Israel akan disatukan menjadi satu bangsa yaitu bangsa kepunyaan Allah; gereja Tuhan yang benar. Sesuai yang dikatakan dalam Galatia 3:28 “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, ..... karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” “.... karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Roma 1:16).
Allah yang dikenal yang diberitakan Rasul Paulus kepada orang Israel adalah “Allah yang menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, ...” (Kis. 17:24). Artinya Dia yang empunya langit dan bumi ini. “... tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia” artinya Dia ada dimana-mana, tidak terbatas oleh tempat buatan tangan manusia. “... dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, ...” (ayat 25). Artinya Allah mempunyai semua. Kita tidak memberikan kehidupan kepada Allah. “Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.” Jadi baik orang percaya maupun bukan orang percaya, Tuhan memberikan berkat. Dia berkuasa atas segala sesuatu yang kita perlukan. Jadi pemberian kita termasuk perpuluhan, bukan karena Tuhan kekurangan, melainkan supaya ada makanan di dalam rumah Allah (untuk orang yang hidup di dalam rumah Allah itu).

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” (Pengkhotbah 3:11). Allah menempatkan dirinya, mau ada dalam manusia supaya manusia mengenal siapa Allah yang harus kita sembah. Tetapi manusia tidak dapat merasakan dan pikirkan bagaimana hebatnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan memberikan segala sesuatu kepada semua manusia. Hidup dan mati manusia ada dalam tangan Tuhan. Napas manusia Tuhan yang berikan.
Bagaimana kita bisa mengenal Dia? Roma 11:33-36, Matius 16:13-17 – bila Roh Allah berbicara kepada kita. Dia akan memimpin hidup kita. Kalau kita perlu sesuatu, bawa dalam doa. Dan bila kita tidak tahu bagaimana berdoa, Roma 8:26 katakan: “... Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”
 
Haleluyah!

Kamis, 01 Agustus 2013

PRINSIP DOA DENGAN IMAN

"Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu," (Mat. 6: 6-9)

Ketika berdoa janganlah beri pengumuman kepada orang lain, karena kita berdoa kepada Tuhan. Ketika setan mencobai Yesus, senjata yang dipakai oleh Tuhan Yesus adalah "ada tertulis", setan hanya takut akan Firman Tuhan yang tertulis.  

"Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."(Matius 4:4)

Setiap kita tidak hidup dari roti saja, tetapi dari setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah. Penyembahan adalah membawa kita dari alam natural kepada alam Roh. Roh mempunyai emosi, kehendak, karena itu Roh Kudus adalah pribadi yang mempunyai emosi, kehendak, karena itu Roh Kudus bisa didukakan, dipadamkan. Karakteristik sebagai orang percaya bisa bernubuat tetapi bukan menjadi nabi, karena setiap orang percaya bisa mendapatkan karunia itu. Karunia bernubuat adalah milik Roh Kudus bukan menjadi milik kita. Setiap saat kita bisa menyembah dan memuji Tuhan, yang tidak dibatasi oleh karena kamar doa khusus(privacy room). Tuhan mau diagungkan dan ditinggikan melalui hidup kita, karena kerajaan Allah telah datang dalam kehidupan kita, tidak ada kuasa lain selain kuasa kerajaan Allah yang berkuasa.

"Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan." (Mat. 4:7).

Ketika engkau berdoa jangan tele-tele, jangan diulang ulang, seperti sorga tidak mendengar, karena Bapa tahu persis yang terbaik untuk kita. Inilah bukti kepercayan kita, yaitu doa kita dikabulkan, dan menjadi bukti adalah iman kita, karena dengan iman kita sudah menerima, karena itu sabar, sampai lahir dari apa yang kita imani, sebagai hasil dari doa-doa kita.

"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (Ibr. 11:1).

Ketika kita mempunyai iman, maka kita akan melihat kenyataan dan manifestasi dalam hidup kita. Ketoklah, mintalah dan carilah sampai engkau mendapatkan, apapun yang kita minta kepada bapa percayalah bahwa kita sudah menerimanya.

"Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya." (Mat. 6:7).

Ketika engkau berdoa jangan sebagai laporan kepada Tuhan, karena ketika kita selesai berdoa maka Tuhan pasti beri reward.  

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." (Mar. 11: 23-24)

Prinsip berdoa pakai iman:
  1. Tidak bimbang hatinya
  2. Tetap percaya apa yang kita doakan
  3. Telah menerima apa yang kita doakan
Berdoa pakai prinsip iman, harus selaras dengan kerajaan Allah, tetapi kita harus tahu prinsip-prinsip iman yang benar sesuai dengan Firma Allah, yaitu ketika kita ambil keputusan untuk berdoa, minta apa saja pasti Tuhan kabulkan dan Tuhan berikan. 

"Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga." (Mat. 6: 9).

Prinsip dalam berdoa yang Tuhan kehendaki adalah bahwa apa yang ada di sorga harus diperkatakan dibumi, karena disorga tidak ada kemiskinan, sakit penyakit, utang, pencurian, pembunuhan, tetapi di sorga hanya berisi hidup kekal dan hidup berkelimpahan. Keadaan Sorga dan bumi gambaran, seperti Firman Tuhan katakan bahwa

"Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yoh. 10:10).

Di kerajaan sorga hanya ada kelimpahan

"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." (Fil. 4: 19).

"dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin."

"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah." (Ibr. 12:2).

"Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu."(1 Yoh 3:8).Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan." (Yak.1:3)

Berdoa dengan prinsip Iman akan membawa kita pada kelimpahan dan kepenuhan sesuai menurut kekayaan dan kemuliaaNya. Jadi percayalah bahwa ketika kita berdoa dengan prinsip iman dan dalam nama Tuhan Yesus, maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta dan doakan. Amin..   


MENJADI UTUSAN KRISTUS

"Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!" Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap. Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam." Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni." Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku! … " (Yes. 6:1-13)

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah." (2 Kor 5:17-20)

"Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara …." (Yes 61:1-8)

Pada zaman para nabi, suara Tuhan disampaikan oleh perantaraan para nabi namun pada zaman setelah Tuhan Yesus mati dan bangkit maka kita memperoleh akses langsung untuk mendengar suara Allah. Seorang yang lahir baru adalah seorang utusan Kristus karena yang dikumandangkan adalah kepercayaannya kepada satu-satunya Penebus yaitu Tuhan Yesus Kristus. Seorang utusan menyampaikan kabar baik, oleh karena itu seorang utusan harus memperhatikan dengan baik apa yang didengar, dilihat dan dilakukan sehingga apa yang keluar dari hidup kita adalah hal-hal yang positif dan memberkati orang lain. Ketika kita melakukan Firman Tuhan maka Firman itu akan mengerjakannya bagi kita. 

Kita dilahirkan untuk menjadi pemenang, Kristus Yesus sudah menang dikayu salib dan kita menjadi ahli waris kemenangan yang telah diselesaikanNya bagi kita dikayu salib. Anak Tuhan harus menyatakan dirinya sebagai seorang yang luar biasa, karena kita akan menjadi seperti yang kita perkatakan. Hidup seorang Kristen harus menjadi utusan dalam perkataan sehingga banyak orang akan percaya bahwa anak-anak Tuhan diberikan kuasa untuk terbang tinggi bagai Rajawali yang mengatasi segala badai. Orang Kristen didesain Tuhan menjadi orang-orang yang kuat seperti Rajawali yang menantang badai, semakin besar badai seekor burung Rajawali akan terbang mengatasi badai dan menerobos kedalam badai dan tenang dalam badai. 

"Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan ... " (Efs 2:1-7)

Bagaimana agar kita menerima kasih karunia yang berlimpah? Setiap kita harus mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus. Kasih karunia Alah seperti membunuh AnakNya sendiri dan membangkitkan pada hari yang ketiga agar setiap manusia memperoleh penebusan yang sejati, mati dari segala dosa dan pelangaran yang kita lakukan. Sebelum kita pergi menjadi utusan Allah maka kita harus mengalami perjumpaan dengan Tuhan, berdamai dengan Allah dan diri sendiri. Kita tidak akan pernah diutus sampai kita tahu siapa kita dijadikan Tuhan. Kita tidak akan pernah dipakai Tuhan sampai kita merasa jijik terhadap dosa. Perubahan yang terjadi dalam hidup kita, akan disaksikan banyak orang dan kita dapat bersaksi bahwa ada Tuhan dalam diri kita yang mengubahkan. Perjumpaan dengan Tuhan mampu mengubah manusia berbalik seratus delapan puluh derajat, sebab yang lalu sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Melalui Yesus identitas kita sebagai anak Allah dikembalikan dan Tuhan mau menjaga harta terbesar yang menjadi aset kita dalam Tuhan yaitu hati kita. 

Tuhan memanggil dan memilih kita untuk menjadi utusan-utusan Kristus. Allah mengorbankan AnakNya yang Tunggal supaya manusia memperoleh keselamatan yang kekal dan dikembalikan pada pola awal Allah menciptakan manusia. Untuk menjadi utusan Kristus kita harus mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan agar kasih karunia Tuhan melimpah dan mengubahkan hidup kita sepenuhnya. Jaga hati dan perkataan kita agar hati kita selalu melekat kepada Tuhan dan perkataan kita sesuai dengan Firman Tuhan dan hidup kita mencerminkan hidup yang diperbaharui oleh Kristus Yesus. Amin… 

TUHAN YESUS MEMBERKATI   

Minggu, 28 Juli 2013

RUMAH TUHAN

Tubuh saudara dan saya adalah Rumah Allah, tempat kediaman Allah.  Kalau dulu, tubuh kita didiami dan dikuasai oleh roh jahat, puji Tuhan, kini Yesuslah yang tinggal di dalam kita.

Mengusir Roh Jahat
Hanya Yesus yang sanggup mengusir roh jahat dari dalam kita.  Ia mengusir satu legion roh jahat yang merasuk seseorang di Gerasa – Lukas 8:28-29. 
Orang percaya juga memiliki kuasa untuk mengusir setan/roh jahat dalam nama Yesus – Markus 16:17.  Haleluya!  Orang percaya ialah saudara dan saya yang memiliki Nama Yesus; Nama yang diperoleh saat kita dibaptis dalam air.
Perhatikan apa yang terjadi bila orang yang tidak memiliki nama Yesus, mencoba mengusir roh jahat.  “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?"  Akibatnya, mereka malah dipermalukan dan dipecundangi iblis: “Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka” (Kisah Para Rasul 19:13-16).

Tandus
Setelah diusir keluar, roh jahat akan mencari tempat perhentian; ia mengembara ke tempat-tempat yang tandus
• Mikha 6:13 – Dosa membuat seseorang menjadi tandus!
  Allah bisa menanduskan manusia karena dosa yang mereka lakukan!
• Yeremia 17:5-6 – Hidup orang yang mengandalkan manusia/diri
  sendiri = menjauhkan diri dari Tuhan akan menjadi tandus!
Roh jahat mengembara ke tempat-tempat tandus, tetapi ia tidak memperoleh tempat perhentian, sebab semua tempat/orang yang dikunjunginya tandus!  Itu sebabnya, ia memutuskan untuk kembali ke rumah yang telah ditinggalkannya!

Kosong
Karena tidak menemukan tempat yang ‘nyaman’ untuk didiami, roh jahat kembali ke rumah lama yang telah ditinggalkannya.  Mengapa?  Sebab meski sudah bersih dan rapi, rumah itu didapatinya KOSONG
Saat Tuhan mengusir roh jahat keluar dari dalam kita, Dia menyucikan kita dari segala dosa dan kesalahan – 1 Yohanes 1:7.  Setelah Yesus mengusir satu legion roh jahat keluar dari dalam seorang di Gerasa, Alkitab mencatat, ia duduk di kaki Yesus: sudah berpakaian rapi – Lukas 8:27-35.  Demikianlah keadaan kita saat Tuhan mengusir roh-roh jahat dari dalam kita: bersih, rapi. 
Namun sayang, rumah yang sudah disucikan Tuhan, didapati kosong sebab Allah tidak tinggal di dalamnya.  Itu sebabnya, roh jahat itu kembali dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya untuk tinggal di sana!  
Orang percaya yang kembali pada kehidupan lama yang penuh dosa, keadaannya akan menjadi lebih buruk dari pada yang semula – 2 Petrus 2:20-22!
Karena itu, jangan beri tempat/kesempatan kepada iblis – Efesus 4:27.  Perhatikan bagaimana engkau hidup.  Jangan biarkan rumahmu kosong!  Pastikan Allah tinggal dalam kita! 

Allah Tritunggal
Orang tidak bisa mengabdi kepada dua tuan.  Kita harus memilih: Allah atau mamon = uang/harta dunia – Lukas 16:13!
Rumah yang telah bersih dan rapi jangan dibiarkan kosong!  Isi hidupmu dengan Allah Tritunggal, yaitu:
Bapa = Kasih (Agape) – 1 Yohanes 4:16-21. Kasih Allah harus
  senantiasa melimpah!  Mengasihi seteru & berdoa bagi mereka
  yang menganiaya, adalah wujud kasih Allah yang
  paling nyata – Matius 5:44.
Anak = Yesus = Firman – Yohanes 1:1;14. Hati dan pikiran
  harus penuh dengan Firman. Bukan sekedar mendengar, tetapi
  melakukan sesuai Firman yang kita dengar. Itulah kekuatan
  kita. Bagai rumah dibangun di atas batu: ia takkan roboh
  saat hujan, banjir atau badai datang menerjang –
  Matius 7:24-27. Haleluya!
Roh Kudus = Kuasa – Kisah Para Rasul 1:8. Hendaknya hidup kita
  dipenuhi dengan karunia- karunia yang diberikan oleh
  Roh Kudus – 1 Korintus 12.
Satu waktu hidup saudara dan saya akan berakhir.  Kemah tempat kediaman kita di bumi (= tubuh ini) akan dibongkar.  Tetapi puji Tuhan, apabila saat itu tiba, Allah telah menyediakan bagi kita satu tempat kediaman yang kekal di dalam sorga – 2 Korintus 5:1.  Syaratnya? 
Jangan biarkan rumahmu kosong!  Jangan beri kesempatan pada iblis untuk kembali membawa lebih banyak kawanannya untuk tinggal dan menguasai saudara!

Mari, undang Allah Tritunggal: Kasih – Firman & Kuasa Roh Kudus untuk tinggal dan berkuasa atasmu!  Jangan biarkan rumahmu kosong! 
Tuhan Yesus memberkati.

Sabtu, 20 Juli 2013

JANGAN ADA PERKARA DI ANTARA KITA

Oleh :Pdt Herry Setyono

Ayat Kotbah : 1 Korintus 6:6-11
6:6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?
6:7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?
Dalam berhubungan dengan orang lain seringkali timbul perkara karena ketidak-adilan, merasa dirugikan atau merasa telah diambil haknya. Biasanya hal ini   terjadi dengan orang yang mempunyai hubungan dekat. Perkara jarang terjadi diantara mereka yang tidak saling kenal.

6:8Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.
Sering di dalam kehidupan sehari-hari, kita melakukan ketidakadilan yang mendatang-kan kerugikan bagi saudara-saudara kita. Kita merasa benar, merasa lebih baik lalu melakukan tidakan untuk membenarkan diri sendiri meskipun tindakan kita merugikan saudara-saudara kita sendiri. Dan akibatnya menimbulkan perkara yang berakibat rusaknya hubungan dengan saudara ataupun orang lain.
 
6:9. Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,
6:10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah adalah komunitas orang percaya, menyangkut hak-hak orang lain, yang disertai dengan adanya hubungan. Dan hubungan ini akan nampak sejauh mana Roh Kudus berperan untuk mengerjakan kebaikan demi kebaikan. Kerajaan Allah bukan masalah makan dan minum, melainkan damai sejahtera sukacita oleh Roh Kudus. Dan orang yang sesat tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.
 
6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.
Dahulu kehidupan kita melalukan hal-hal yang sesat. Tetapi sekarang saat kita member diri disucikan, kita telah dikuduskan dan dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus dan dalam Roh Allah kita.
  1. DISUCIKAN (tidak bercampur/dimurnikan) Untuk menjalin hubungan saudara harus menyadari sebagai apa dan siapa diri saudara terhadap orang lain, yaitu bahwa Allah dipertaruhkan di dalamnya. 
  2. DIKUDUSKAN (dipisahkan untuk suatu maksud). Saudara adalah rasul untuk menyampaikan rancangan Tuhan terhadap orang lain. Saudara adalah mulut Tuhan yang dikuduskan untuk menyampaikan kehendak Allah. 
  3. DIBENARKAN: Identitas saudara jelas menjadi apa dan siapa saudara. Saudara adalah imam-imam bagi Allah yang berdoa untuk orang lain. Mengambil beban orang lain untuk dibawa kehadapan Tuhan.
Penyucian, pengudusan dan pembenaran itu proses. Mungkin saudara mengalami jatuh bangun, tetapi ini adalah proses yang membawa saudara mempunyai karakter yang seukuran dengan Kristus. Supaya rupa dan gambar Allah itu akan nampak di dalam kehidupan saudara.

HALELUYA… TUHAN MEMBERKATI.

Kamis, 18 Juli 2013

TUJUAN PENYELAMATAN

 Ayat Pokok : Kisah Para Rasul 2:39

Apakah janji Allah?  Janji Allah antara lain adalah: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” – Kisah Para Rasul 1:8.  Haleluya!

Bagi penganut agama Yahudi, peristiwa ketuangan Roh Kudus menimbulkan banyak pertanyaan, karena selain bahasa setempat, ada pula bahasa-bahasa lain yang diilhamkan oleh Roh Kudus, dan yang dengan jelas diucapkan oleh murid-murid.  “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis”, demikian komentar mereka!

Dipanggil Untuk Diselamatkan
Yesaya 42:6 - “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan...” Haleluya!  Saudara dan saya dipanggil untuk diselamatkan!  

Keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus – tak ada yang lain – Kisah Para Rasul 4:12.  Nama “Yesus” berarti: Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka – Matius 1:21.

Diselamatkan Untuk Menjadi Saksi
Setelah menerima keselamatan, selanjutnya, kita dipanggil untuk menjadi saksi.  Menjadi saksi berarti menceriterakan yang sebenarnya, yang kita ketahui.  Tetapi untuk menjadi saksi, Tuhan mau agar saudara dan saya terlebih dulu dilengkapi dengan kuasa: Roh Kudus.
“Untuk membuka mata yang buta...” - Yesaya 42:7

Siapapun yang telah memperoleh keselamatan dari Tuhan, mempunyai tugas untuk membuka mata yang buta.   Secara jasmani, orang-orang Yahudi bisa melihat, namun mata rohaninya tertutup rapat!  

Untuk membuka mata mereka yang buta secara rohani, diperlukan banyak orang seperti Filipus!  Setelah menjadi murid Tuhan, ia langsung bersaksi.  Alkitab mencatat, “Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret” – Matius 1:45.  

Naaman mulanya merasa dilecehkan oleh nabi Elisa.  Namun, segera setelah ia ‘merendahkan diri’ dan melakukan apa yang diperintahkan sang nabi, ia pulih dari penyakit kusta yang dideritanya.  Matanya pun ‘terbuka’.  Katanya, “Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel” – 2 Raja-Raja 5:15.  Puji Tuhan!

Kuasa Roh Kudus
Di hadapan pengadilan Mahkamah Agama, Petrus dan Yohanes ditanya,  “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?” – Kisah Para Rasul 4:7.  

Kisah Para Rasul 6:8 – “Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.”

Kisah Para Rasul 8: 4-6, Lukas 18, 2 Korintus 3:5, dan masih banyak ayat lainnya, mencatat tetang pekerjaan Allah Roh Kudus yang heran dan dahsyat.  

Allah memanggil saudara dan saya untuk menerima keselamatan.  Dia mau mencurahkan Roh KudusNya agar kita menjadi saksi bagiNya di manapun Ia menempatkan kita.  Bersediakah saudara?

Tuhan Yesus memberkati saudara.